mankeuinvestor10

Perusahaan Gudang Garam, Tbk.

In Uncategorized on November 15, 2011 at 11:02 am

Profil perusahaan

Perusahan Gudang Garam, Tbk. merupakan perusahan industri rokok dan berdiri pada tanggal Pada tanggal 26 Juni 1958. Di dirikan oleh Bapak Surya Wonowidjojo. Beliau mendirikan Perusahan Gudang Garam, Tbk. bercirikan industry rumah tangga yang menggunakan alat tradisional sederhana. Gudang Garam memulai produksi perdana, berupa Sigaret kretek Klobot (SKL) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Hasil produksinya sekitar 50 juta batang pada tahun 1958.

 

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan


Likuiditas Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
Current Ratio  1.7329

times

 1.8862

times

 1.9348

times

1.9809

times

2.3172

times

2.7008

times

Quick Ratio 0.3141 times 0.7147 times  0.4215

times

0.4596

times

0.3396

times

0.3223

times

Cash Ratio  0.0495

times

0.0559

times

 0.0545

times

0.0439

times

0.1711

times

0.1473

times

Analisis Likuiditas perusahaan bisa diartikan bagaimana aktiva perusahaan dapat dengan mudah mencairkan atau diubah dalam bentuk kas, piutang perusahaan, serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dalam membayar hutang. Apabila hasil current ratio, quick ratio, dan cash ratio-nya bernilai lebih dari satu atau minimal satu, maka likuiditas dari perusahaan tersebut adalah baik, artinya asset yang ada pada perusahaan lebih banyak dari pada kewajibannya, dan akan semakin bagus apabila lebih dari satu hasil likuiditasnya.

  • Current Ratio  : dari tahun 2005-2010 current ratio menunjukkan adanya kenaikan dari tahun ke tahun.
  • Quick Ratio     : dari tahun 2005, 2007, 2008, 2009, dan 2010 quick ratio menunjukkan adanya fluktuasi dan pada tahun 2006 menunjukkan peningkatan  yang signifikan.
  • Cash Ratio      : dari tahun ke tahun cash ratio menunjukkan adanya kenaikan di setiap tahun.

 

Leverage

Tahun 2005

Tahun 2006

Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2009

Tahun 2010

Debt Ratio

40.75%

39.45%

40.62%

35.53%

32.79%

31.045

Debt to Equity Ratio

68.77%

65.17%

68.41%

55.11%

48.79%

45.02%

Equity Ratio

89.14%

60.54%

59.37%

64.46%

67.20%

68.95%

Equity Multiplier

1.1218 times

1.6517 times

1.6841 times

1.5511 times

1.4879 times

1.4502 times

Debt Ratio :

Tidak stabilnya kenaikan tingkat ratio yang terjadi pada perusahaan Gudang Garam, kenaikan tingkat ratio hanya terjadi pada tahun 2005 dan 2007, sedangkan tahun 2008-2010 menunjukkan penurunan ratio. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2008-2010 tersebut resiko financial perusahaan Gudang Garam semakin kecil.

Debt to Equity Ratio :

Pada Debt to Equity Ratio juga mengalami ketidakstabilan atau tidak menunjukkan adanya kenaikan setiap tahunnya hutang perusahaan tersebut .

Equity Ratio :

Sama seperti Equity Multiplier bahawa semakin tinggi nilainya menunjukkan bahwa semakin kecil juga resiko perusahaan tersebut. Pada tahun 2005 yg memiliki 89.14% dan pada tahun 2010 68.95% menunjukkan bahwa tahun tersebut adalah tahun dimana perusahaan Gudang Garam mengalami tingkat resiko terkecil dibandingkan tahun 2006, 2007, 2008 dan 2009.

 

 

Efisiensi

Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
Inventory Turnover  1.6362 times 1.8562

times

1.7089

times

1.8549

times

1.5313

times

1.4289

times

Day’s sales in Inventory  223 days 197days 21 4 days  197 days 238 days 255 days
Account Receivables Turnover  12.4108 times 10.5116

times

10.1373 times  14.4152 times 31.7367 times 41.1933

times

Average Collection Period  29 days 35 days 36 days  25 days  12 days 9 days
Total Asset Turnover 1.1228 times 1.2119 times  1.1768

times

 1.2566 times  1.21087

times

1.2261

times

Fixed Asset Turnover   3.3969 Times 3.8502 times  4.3922 times 4.5779 times 4.6974

times

5.0889

times

 

Efisiensi berarti kemampuan menggunakan asset-aset perusahaan untuk meraih keuntungan, semakin pendek waktu penagihan dan semakin besar turnover semakin baik, karena turn over mengartikan perputaran uang.

  • Inventory turnover : menunjukkan adanya penurunan pada tahun 2007, 2009 dan 2010, sedangkan tahun 2006 dan 2008 menunjukkan adanya peningkatan sedikit, ini mempengaruhi perputaran persediaan yang seharusnya semakin pendek waktunya semakin baik.
  • Account receivables turnover : menunjukkan adanya penurunan dari tahun 2006 hingga tahun 2007 dan meningkat kembali pada tahun 2008, ini berarti waktu penagihan pada tahun 2008,2009 dan 2010 semakin cepat dan pada tahun 2006 menjadi semakin lama karena tingkat turnover yang menurun.
  • Total asset turnover : menunjukkan peningkatan dari tahun 2005 ke tahun 2006 dan  mengalami penurunan pada tahun 2007 dan 2009.
  • Fixed asset turnover : menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

 

Profitabilitas Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
Times Interest Earned Ratio 6.2616 times 3.5308 times 7.5435

times

5.7237

times

11.6947 times 24.5834 times
Gross Profit Margin 20.69 % 17.91% 23.21% 16.58% 22.19 % 23.52 %
Operating Profit Margin 12.67% 8.32% 9.07% 13.42% 22.12% 15.54%
Net Profit Margin 7.60% 3.83% 6.12% 7.99% 10.52% 11%
Operating Income Return on Investment 14.23% 10.08% 10.75% 13.15% 19.12% 19.06%
Return on Asset 8.6% 4.5% 6% 7.8% 9.3% 13,5%
Return on Equity 14.41% 7.6% 7.9% 7.8% 90% 13.48%

 

Profitabilitas adalah bagaimana perusahaan menghasilkan laba (profit) sebanyak-banyaknya dengan modal yang dimilki perusahaan. Untuk menelaah aspek ini lebih lanjut dapat menggunakan tingkat pengembalian investasi dari pendapatan operasi yakni dengan membandingkan laba operasional dengan total asset, marjin laba operasi ditunjukkan dengan membandingkan laba operasi dengan penjualan, perputaran total aktiva yakni dengan membandingkan penjualan dengan total aktiva, perputaran piutang usaha, dan perputaran persediaan.

  • Times interest earned ratio: semakin tinggi nilainya menunjukkan bahwa kekuatan perusahaan untuk membayar bunga itu baik Pada tahun 2005, 2007, 2009 dan 2010 merupakan titik perusahan dapat membayar tingkat bunga lebih baik dibandingkan pada tahun 2006 dan tahun 2008
  • Gross profit margin: semakin tinggi nilainya menunjukkan tingkat keuntungan yang diperoleh itu besar. Pada tahun 2005,2007,2009 dan 2010 perusahan mampu memperoleh tingkat keuntungan yang lebih tinggi di bandingkan pada tahun 2006 dan 2008. Dan di tahun 2006 dan 2008 mengalami penurunan tingkat keuntungan.
  • Return on asset : Pada tahun 2006  dan 2007 perusahan gudang garam mengalami tingkat penurunan sehingga perusahaan mengalamai kerugian pada tahun tersebut.

 

Analisis Data Harga Pembukaan Dan Penutupan Saham Serta Pengaruh Volume Perdagangan Terhadap Harga Saham Pt. Gudang Garam, Tbk.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap fluktuasi harga saham PT. Gudang Garam, Tbk. diketahui bahwa harga saham pada awal tahun yang dimiliki oleh perusahaan Gudang Garam, Tbk. yaitu antara bulan Januari dan Februari terlihat mengalami penurunan. Pada bulan berikutnya, harga saham pada bulan-bulan yang mendekati pertengahan tahun sampai mendekati akhir tahun, mulai terlihat harga saham yang mengalami peningkatan harga secara bertahap.

Dapat dikatakan bahwa permintaan saham dari pasar meningkat, sehingga harga saham perusahaan Gudang Garam, Tbk. mengalami peningkatan. Namun sesuai data yang ada, penurunan harga saham yang terjadi pada bulan-bulan berikutnya tidak terlalu signifikan, atau dengan kata lain naik turunnya harga saham penutupan pada hari itu rata-rata tidak terlalu jauh antara satu hari dengan hari lainnya.

Harga saham ditentukan oleh kekuatan penawaran dari perusahaan Gudang Garam, Tbk. dan permintaan dari pasar. Permintaan salah satunya dipengaruhi oleh kinerja perusahaan dan faktor eksternal, seperti keadaan ekonomi negara setempat, berkaitan dengan regulasi, dan juga hal lain yang dapat mempengaruhi permintaan pasar modal.

Analisis pergerakan harga saham jika dilihat dari volume perdagangan dan harga penutupan saham. Pada saat volume perdagangan tinggi maka harga penutupan pada hari itu tinggi. Sedangkan jika volume perdagangan rendah maka harga penutupan pun akan mengalami penurunan dibandingkan hari lainnya saat volumenya lebih tinggi. Hal ini dikarenakan volume perdagangan mempengaruhi harga penutupan hari itu.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa jika harga saham semakin lama semakin meningkat berarti kemungkinan dapat disebabkan oleh kinerja dari perusahaan yang baik, baiknya kondisi keuangan perusahaan yang dapat menarik banyak minat para calon investor, keadaan ekonomi negara yang meningkat, dan juga faktor-faktor lainnya.

 

Analisis Hubungan antara Kondisi Keuangan Perusahaan Dengan Pergerakan Harga Saham Perusahaan Gudang Garam, Tbk.

 

Peranan kinerja keuangan perusahaan sangat penting hubungannya terhadap harga saham dalam menarik investor menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan.

Harga saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia merupakan indikator nilai perusahaan yang menerbitkan saham dipasar modal. Harga saham ditentukan menurut hukum permintaan dan penawaran atau kekuatan tawar-menawar pasar. Semakin banyak orang yang ingin membeli saham, maka harga saham tersebut cenderung bergerak naik dan sebaliknya, jika permintaan akan sebuah saham perusahaan menurun maka fluktuasi harga saham yang di tawarkan di bursa saham akan menurun.

Berdasarkan analisis rasio-rasio keuangan, para pemegang saham cenderung akan menjual sahamnya jika rasio keuangan perusahaan tersebut buruk, dan sebaliknya akan mempertahankan sahamnya jika rasio keuangan perusahaan tersebut baik. Demikian juga dengan calon pemegang saham, jika rasio keuangan dari perusahaan buruk, maka investor (calon penanam saham) cenderung untuk tidak menginvestasikan modalnya, sebaliknya jika rasio keuangan dari suatu perusahaan baik, maka investor cenderung untuk menginvestasikan modalnya.

(http://ericktus.blogspot.com/2011/03/pengaruh-analisis-fundamental-laporan.html-diakses pada 12 November 2011).

Kondisi keuangan suatu perusahaan sangatlah penting bagi perusahaan itu sendiri. Karena kondisi keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mencerminkan kinerja suatu perusahaan. Apabila kinerja perusahaan baik maka kondisi keuangan perusahaan pun akan baik. Karena produktifitas suatu perusahaan lah yang menjadi tolak ukur dari hasil akhir laporan keuangan suatu perusahaan.

Jadi, apabila analisis rasio keuangan yang dihasilkan cukup baik atau dapat memastikan bahwa perusahaan dapat menjamin dan memaksimalkan laba atau kemakmuran bagi pemegang saham, maka pergerakan harga saham akan mengalami peningkatan. Karena para calon investor dapat melihat dari laporan keuangan yang ditunjukan oleh perusahaan yang dituju.

Apabila kondisi keuangan perusahaan itu menujukkan pertumbuhan profit atau keuntungan yang cukup signifikan atau teratur, maka secara tidak langsung para calon investor tersebut akan tertarik untuk menanamkan investasi kepada perusahaan tersebut. Jadi laporan kondisi keuangan perusahaan sangatlah berhubungan dengan pergerakan harga saham perusahaan.

Jika para calon investor melihat laporan keuangan perusahaan yang baik, maka hal tersebut bisa mempengaruhi tingkat permintaan dari para calon investor untuk membeli saham perusahaan tersebut. Karena para investor menggunakan analisi rasio keuangan untuk mendapat kepastian apakah perusahaan yang dituju dapat memaksimalkan kemakmuran pemegang sahamnya, laporan keuangan juga mencerminkan  apa saja yang dilakukan perusahaan.

Laporan keuangan perusahaan juga bisa digunakan oleh perusahaan itu sendiri. Apabila kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik. Maka perusahaan berani menawarkan saham dalam jumlah yang banyak. Sedangkan sebaliknya, apabila kondisi perusahaan dalam kondisi yang buruk atau kurang baik, maka perusahaan secara tidak langsung juga tidak akan berani untuk menawarkan saham dalam jumlah yang banyak kepada para calon investor dan menawarkan harga saham yang terlalu tinggi di bursa saham.


KESIMPULAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap fluktuasi harga saham PT. Gudang Garam, Tbk yang ada, diketahui bahwa harga saham pada awal tahun yang dimiliki oleh perusahaan Gudang Garam, Tbk. yaitu antara bulan Januari dan Februari terlihat mengalami penurunan. Pada bulan berikutnya, harga saham pada bulan-bulan yang mendekati pertengahan tahun sampai mendekati akhir tahun, mulai terlihat harga saham yang mengalami peningkatan harga secara bertahap.

Analisis pergerakan harga saham jika dilihat dari volume perdagangan dan harga penutupan saham. Pada saat volume perdagangan tinggi maka harga penutupan pada hari itu tinggi. Sedangkan jika volume perdagangan rendah maka harga penutupan pun akan mengalami penurunan dibandingkan hari lainnya saat volumenya lebih tinggi. Hal ini dikarenakan volume perdagangan mempengaruhi harga penutupan hari itu.

 

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: